Trandisi Waisak Borobudur

Trandisi Waisak Borobudur

Candi Borobudur

Tradisi Waisak Borobudur adalah rangkaian perayaan Hari Raya Waisak umat Buddha yang dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Waisak memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafatnya Sang Buddha. Candi Borobudur dipilih sebagai pusat perayaan karena merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan memiliki nilai sejarah serta spiritual yang tinggi.

Rangkaian tradisi Waisak diawali dengan pengambilan air suci dari Umbul Jumprit dan api suci dari Mrapen, yang melambangkan kesucian, kehidupan, dan pencerahan. Selanjutnya dilaksanakan prosesi kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, diikuti oleh para biksu dan umat Buddha dengan berjalan kaki sambil membawa perlengkapan ritual. Prosesi ini melambangkan perjalanan spiritual manusia dalam kehidupan.

Setibanya di Candi Borobudur, umat Buddha melaksanakan puja bakti, pembacaan paritta, meditasi, dan pradaksina, yaitu mengelilingi candi sebanyak tiga kali searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan dan perenungan ajaran Buddha. Puncak perayaan Waisak biasanya dilakukan pada malam hari saat bulan purnama dengan pelepasan lampion ke langit. Lampion melambangkan cahaya kebijaksanaan, harapan, serta pelepasan dari penderitaan dan sifat negatif.
Tradisi Waisak Borobudur tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga nilai budaya dan sosial. Perayaan ini menjadi simbol perdamaian, toleransi antarumat beragama, serta daya tarik wisata spiritual yang memperkenalkan nilai-nilai Buddhisme dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Tersedia

[]

Fasilitas tersedia untuk kenyamanan pengunjung

Jam Operasional

-

Harga Tiket

-

Galeri Foto

Informasi Singkat

  • Lokasi Candi Borobudur
  • Dilihat 3 kali
  • Kategori Religi